Analisis Perbandingan Perancangan Pemilihan Lokasi Bisnis Dengan Metode Ranking Procedure dan Metode Break Even Point
Abstract
ABSTRAK
Pemilihan lokasi usaha merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan UMKM. Lokasi yang strategis dapat meningkatkan aksesibilitas pelanggan, menekan biaya operasional, dan memberikan keuntungan kompetitif bagi pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua metode analisis dalam pemilihan lokasi usaha, yaitu Metode Ranking Procedure (Factor Rating) dan Metode Break Even Point (BEP). Obyek penelitian adalah dua lokasi potensial: Kios Ramayana Serang dan Kios JL. Banten. Metode Ranking Procedure digunakan untuk mengevaluasi faktor kualitatif seperti sewa kios, aksesibilitas, ketenaran tempat, dan kemudahan mendapatkan pegawai. Sementara itu, metode BEP digunakan untuk menilai aspek finansial dengan menghitung titik impas pada masing-masing lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kios Ramayana memperoleh skor tertinggi dalam metode Factor Rating (3,5), sedangkan Kios Banten memiliki nilai BEP yang lebih kecil (0,83 unit). Berdasarkan integrasi kedua metode, Kios Ramayana dipilih sebagai lokasi yang lebih layak karena memiliki keseimbangan terbaik antara faktor strategis dan aspek finansial. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi UMKM dalam menentukan lokasi usaha secara objektif dan terukur.
References
Sugiyono. 2008. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development/R&D). Bandung: Alfabeta.
Heizer J, Render B. 2014. Operations Management: Sustainability and Supply Chain Management. 11th ed. New Jersey: Pearson.
Krajewski LJ, Ritzman LP, Malhotra MK. 2012. Operations Management: Processes and Supply Chains. 10th ed. New Jersey: Pearson.
Stevenson WJ. 2018. Operations Management. 13th ed. New York: McGraw-Hill.
Kotler P, Keller KL. 2016. Marketing Management. 15th ed. New Jersey: Pearson.
Garrison RH, Noreen EW, Brewer PC. 2014. Managerial Accounting. 15th ed. New York: McGraw-Hill.
Chase RB, Aquilano NJ. 2006. Operations Management for Competitive Advantage. 11th ed. New York: McGraw-Hill.
Meredith JR, Shafer SM. 2013. Operations Management for MBAs. 5th ed. New Jersey: Wiley.
Slack N, Chambers S, Johnston R. 2010. Operations Management. 6th ed. Harlow: Pearson.
Hillier FS, Lieberman GJ. 2010. Introduction to Operations Research. 9th ed. New York: McGraw-Hill.
Wignjosoebroto S. 2009. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Edisi 3. Surabaya: Guna Widya.
Latifhah H, Noorman MS. 2018. UMKM dan Bentuk-Bentuk Usaha. Semarang: UNISSULA Press.
Priadana HMS, Sunarsi D. 2021. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Tangerang Selatan: Pascal Books.
Adiasa I, Suarantalla R, Rafi MS, Hermanto K. 2020. Perancangan ulang tata letak fasilitas pabrik di CV Apindo Brother Sukses menggunakan metode SLP. Performa: Media Ilmiah Teknik Industri. 19(2):151–158.
Setiyaningsih Y, Jamaaluddin J. 2018. Pemilihan lokasi usaha kafe dengan metode Factor Rating. Jurnal Manajemen Bisnis. 8(2).
Riady R, Aspiranti T. 2019. Penentuan lokasi alternatif kantor dan pabrik PT Sublimindo menggunakan metode Center of Gravity dan Factor Rating. Prosiding Manajemen. 5(2).
Regiolina H. 2013. Penerapan metode Rating Factor dan Heuristic Ardalan pada sistem pendukung keputusan pemilihan lokasi SPBU BA. Tugas Akhir. Riau: Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim.
Hanggit TA. 2018. Analisa faktor pemilihan lokasi usaha jasa pada UMKM di Kecamatan Paciran. Jurnal Manajemen Bisnis. 8(2).
William J, Chuong SC. 2015. Manajemen Operasi. Edisi 19. Jakarta: Salemba Empat.




