A Transforming Urban Social Conflict through the Reconciliation and Peace Village Program: A Quantitative Peacebuilding-Based Analysis in Manggarai Urban Village
Abstrak
Konflik sosial perkotaan tidak hanya muncul sebagai gangguan keamanan, tetapi juga sebagai persoalan multidimensi yang melibatkan ruang fisik, ruang digital, relasi sosial, dan kondisi psikologis warga. Studi ini bertujuan menganalisis dinamika konflik sosial di Kelurahan Manggarai serta merumuskan prioritas intervensi Program Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian berbasis pendekatan peacebuilding dan transformasi konflik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan dukungan analisis tematik terkuantifikasi. Data diperoleh dari survei terhadap 84 responden warga Kelurahan Manggarai. Jawaban terbuka dikodekan menjadi variabel biner, kemudian dianalisis melalui distribusi frekuensi, persentase, tabulasi silang per wilayah, triangulasi dengan laporan pemetaan, dan penyusunan indeks risiko atau prioritas intervensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema paling dominan adalah trauma, takut, dan cemas sebesar 90,5%, diikuti media sosial atau konten sebesar 84,5%, kerusakan, luka, atau korban sebesar 77,4%, serta provokasi sebesar 72,6%. Temuan ini menunjukkan bahwa konflik di Manggarai tidak dapat direduksi sebagai tawuran fisik, tetapi mencerminkan konflik sosial yang dipengaruhi provokasi digital, tekanan ekonomi, lemahnya pengawasan keluarga, serta kebutuhan pemulihan psikososial. Pemetaan risiko menunjukkan bahwa RW 012, RW 003, RW 004, dan RW 005 merupakan wilayah prioritas intervensi. Studi ini menyimpulkan bahwa Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian perlu dikembangkan sebagai intervensi terpadu yang menggabungkan pengamanan lingkungan, patroli siber, mediasi, pemberdayaan pemuda, pendidikan alternatif, penguatan keluarga, dan pemulihan psikososial. Implikasinya, model pencegahan konflik sosial perkotaan perlu berbasis data, kolaboratif, dan berorientasi pada perdamaian positif.
Referensi
Babbie, E. R. (2020). The practice of social research (15th ed.). Cengage Learning.
Baidawi, S., Valdebenito, S., Smith, S., Irving, M. J., Wills, E., Mitchell, J., Hall, A., Tan, B., Lewis, J., & Shlonsky, A. R. (2023). Place-based approaches to tackling local youth violence: A review of evidence on models, implementation and impacts. Youth Endowment Fund. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.15446.63043
Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.
Cohen, L. E., & Felson, M. (1979). Social change and crime rate trends: A routine activity approach. American Sociological Review, 44(4), 588-608. https://doi.org/10.2307/2094589
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.). SAGE Publications.
Esposito, C., De Masi, F., Dragone, M., & Bacchini, D. (2024). Technology-based interventions for preventing youth violence: A systematic review of programs, tools, and evidence. Adolescent Research Review, 9, 165-192. https://doi.org/10.1007/s40894-023-00222-y
Galtung, J. (1969). Violence, peace, and peace research. Journal of Peace Research, 6(3), 167-191. https://doi.org/10.1177/002234336900600301
Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Daerah Khusus Jakarta. (2026a). Hasil survei penyelesaian perselisihan antar kelompok dalam Program Kampung Redam di Kelurahan Manggarai [Internal report].
Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Daerah Khusus Jakarta. (2026b). Laporan pemetaan masalah Kampung Redam Kelurahan Manggarai tahun 2026 [Internal report].
Krippendorff, K. (2019). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). SAGE Publications.
Lane, J., & Stuart, F. (2022). How social media use mitigates urban violence: Communication visibility and third-party intervention processes in digital urban contexts. Qualitative Sociology, 45(3), 457-475. https://doi.org/10.1007/s11133-022-09510-w
Lederach, J. P. (1997). Building peace: Sustainable reconciliation in divided societies. United States Institute of Peace Press.
Merton, R. K. (1938). Social structure and anomie. American Sociological Review, 3(5), 672-682. https://doi.org/10.2307/2084686
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Rulinawaty. (n.d.). Studi mandiri: Perspektif penelitian administrasi publik [Independent study: Public administration research perspective]. Bahan Belajar Mandiri Metode Penelitian Administrasi Publik, Program Pascasarjana Universitas Terbuka.
Rulinawaty. (2021). Jaringan pengembangan kapasitas pemerintah daerah [Network for local government capacity development]. Lembaga Penelitian dan Pengembangan Ilmu.
Rulinawaty. (2026). Penyelenggaraan pembinaan HAM di wilayah melalui Program Kampung REDAM [Implementing area-based human rights development through the REDAM Village Program] [Presentation material]. Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Daerah Khusus Jakarta.
United Nations Security Council. (2015). Resolution 2250 (2015): Adopted by the Security Council at its 7573rd meeting, on 9 December 2015 (S/RES/2250). United Nations.




